Pemkab Kukar Gelar Rakor Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah, Bupati Minta Kerja Cepat
Rapat koordinasi dan evaluasi kinerja perangkat daerah.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar rapat koordinasi dan evaluasi
kinerja perangkat daerah, serta progres pelaksanaan pengadaan barang dan jasa
Tahun Anggaran 2022, di ruang serbaguna Kantor Bupati Kukar, Selasa
(17/5/2022).
Rakor dipimpin oleh Bupati Kukar Edi
Damansyah, didampingi Wakil Bupati H Rendi Solihin, Sekretaris Kabupaten
(Sekkab) H Sunggono, dan di hadiri Kepala OPD Kukar baik langsung maupun
virtual.
Edi Damansyah mengatakan, rakor ini bertujuan
untuk mengawal realisasi program kegiatan 2022, sebab pada Maret 2022 semua
belanja yang berkaitan dengan belanja modal maupun penyediaan barang dan jasa
harus cepat dilakukan pelelangan, sehingga Maret itu sudah selesai
pelaksanaannya.
"Tapi dalam perjalanannya belum bisa,
karena disampaikan oleh Dinas di dalam perencanaan itu anggaran yang ditetapkan
itu ada yang masih memerlukan proses perencanaan, sehingga perenanaan ini
memakan waktu sekitar 2 bulan," kata Edi Damansyah.
"Namun tidak semua Dinas seperti itu,
Alhamdulillah gambaran sudah terliat ada bebebrapa realisasi kegiatan yang
sudah dilelang, bahkan kontrak," ungkapnya.
Pemerintah daerah memiliki target pada Mei
2022 ini dimaksimalkan proses lelang tersebut. Hal ini harus dilakukan salah
satu maksudnya untuk perbaikan tata kelola pelaksanaan kegiatan.
"Karena selama ini kmi evaluasi pada
November masih lelang, jadi pekerjaan itu hanya 2 bulan saja, tidak ada kerja 2
bulan itu selesai, jangan sampai ada kebijakan tambahan waktu 50 hari dijadikan
sebagai modus," tuturnya.
Selain itu, dalam rakor ini mengingatkan
Kepala OPD, bahwa kinerja Kepala OPD merupakan salah satu variabelnya, diukur
dari realisasi kegiatan ini. Kalau tahun lalu capaian kerjanya lemah, rapor
Kepala OPDnya jelek.
"Kami minta bagi OPD yang banyak kegiatannya
seperti Dinas PU, Perkim, Disdikbud, Dinkes, Distanak Kukar, untuk cepat
merealisasikan kegiatan yang ada di OPD masing masing," sebutnya
"Dari progres perjalanan OPD yang ada
ini agak lambat, Kepala OPDnya lalai, makanya kami ingatkan jangan lalai,
atensi khususnya setelah rakor ini kerja cepat," imbuhnya
Pemerintah daerah terus melakukan evaluasi
untuk melihat progresnya, jika ada peningkatan signifikan artinya pola control
melalui rakor ini jalan.
"Kalau jalan ditempat, harus didiagnosa
penyakitnya dimana, perlu dievaluasi, nanti ada rakor lanjutan untuk melihat
progresnya," pungkasnya.(*riz/adv)